"Apa sih yang kau kejar dari dunia ini?"
Kata-kata itu terus mengiang di telingaku beberapa waktu ini.
Aku terus berpikir. Terus mencari-cari jawaban atas keresahan yang coba kututupi tapi tetap ketara saat aku sendiri.
Aku bukan mahasiswa yang se-cemerlang mereka yang ipk nya diatas 3,5. Aku bukan mahasiswa yang bisa mengerjai banyak tugas dalam satu waktu hanya untuk berleha-leha setelahnya atau malah belajar lagi.
Aku tipe yang menyerah saat memang tak bisa tapi tak berani mengopek apalagi mencontek saat ujian.
Ya, aku tak se-cemerlang mereka.
Jadi apa yang kukejar?
Yang kukejar adalah menambah relasi dan berbagi tawa pada mereka yang banyak tawa tapi tak mampu bergerak sebebas manusia biasa.
Itu yang kukejar, itu yang kuimpikan.
"Nuli, banyaklah bekawan. Banyain relasi, gausah pintar-pintar kali. Percuma kau pintar tapi ga banyak kawan. Mereka yang bantu kau nanti"
"Nuli, apapun yang kita punya. Sesusah apapun jangan lupa kasih manfaat ke orang banyak"
Itu kata-kata menohok yang membuatku sadar bahwa hidup tidak tentang belajar tapi tentang membahagiakan banyak orang.
"Buat apa sih ngurusin orang? Apa gunanya coba. Capek-capekin aja"
"Kalo aku mending dirumah daripada sibuk ngurusin orang"
"Sok baik"
"Berbuat baik kok diumbar-umbar"
Sering dengar kata-kata diatas?
Seriiiiiiiiiiing.
Seriiiiiiiiing
Seriiiiiiiing
Tapi bodo amat.
Aku hidup bukan untuk orang yang mencibir apalagi iri sama apa yang aku lakukan.
Sekali lagi, itu yang kukejar.
Aku bertarget meluluskan kuliah tepat waktu. Tapi tak berniat jadi mahasiswa cumlaude yang ujung-ujung cuma buat aku "meninggi" dan tak bermanfaat untuk orang banyak.
"Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang banyak"
Kata-kata itu terus mengiang di telingaku beberapa waktu ini.
Aku terus berpikir. Terus mencari-cari jawaban atas keresahan yang coba kututupi tapi tetap ketara saat aku sendiri.
Aku bukan mahasiswa yang se-cemerlang mereka yang ipk nya diatas 3,5. Aku bukan mahasiswa yang bisa mengerjai banyak tugas dalam satu waktu hanya untuk berleha-leha setelahnya atau malah belajar lagi.
Aku tipe yang menyerah saat memang tak bisa tapi tak berani mengopek apalagi mencontek saat ujian.
Ya, aku tak se-cemerlang mereka.
Jadi apa yang kukejar?
Yang kukejar adalah menambah relasi dan berbagi tawa pada mereka yang banyak tawa tapi tak mampu bergerak sebebas manusia biasa.
Itu yang kukejar, itu yang kuimpikan.
"Nuli, banyaklah bekawan. Banyain relasi, gausah pintar-pintar kali. Percuma kau pintar tapi ga banyak kawan. Mereka yang bantu kau nanti"
"Nuli, apapun yang kita punya. Sesusah apapun jangan lupa kasih manfaat ke orang banyak"
Itu kata-kata menohok yang membuatku sadar bahwa hidup tidak tentang belajar tapi tentang membahagiakan banyak orang.
"Buat apa sih ngurusin orang? Apa gunanya coba. Capek-capekin aja"
"Kalo aku mending dirumah daripada sibuk ngurusin orang"
"Sok baik"
"Berbuat baik kok diumbar-umbar"
Sering dengar kata-kata diatas?
Seriiiiiiiiiiing.
Seriiiiiiiiing
Seriiiiiiiing
Tapi bodo amat.
Aku hidup bukan untuk orang yang mencibir apalagi iri sama apa yang aku lakukan.
Sekali lagi, itu yang kukejar.
Aku bertarget meluluskan kuliah tepat waktu. Tapi tak berniat jadi mahasiswa cumlaude yang ujung-ujung cuma buat aku "meninggi" dan tak bermanfaat untuk orang banyak.
"Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang banyak"