Ngeblog dulu deh, ku lelah setiap malam buat lamaran kerja😂
Jadi tema tulisan malam ini apa?
Tentang hijrah.
Ga kok, ga berat bahasannya. Aku juga belum sepenuhnya berhijrah. Masih kerudungan seadanya khas wanita akhir jaman.
Tapi, aku adalah satu dari bermilyar orang yang beruntung. Aku dilahirkan Islam. Islam yang sempurna, tapi tidak dengan aku.
Islam yang saat ini harga dirinya sedang dipertaruhkan. Hanya karena manusia-manusia rakus haus jabatan. Yha. Begitulah.
Aku mengesampingkan hal itu dan kembali ke bahasan sebelumnya. Aku wanita yang baru beberapa tahun ini berhijab. Aku tidak menunggu hidayah atau apalah itu. Seperti tulisan-tulisan anonim yang tersebar di internet kini.
Aku begitu spontan mengenakannya. Tidak berpikir itu untuk ayahku (seperti tulisan yang pernah kubaca 2 tahun belakangan ini yang lagi-lagi tersebar di Internet). Ternyata keputusanku saat itu benar dan saat aku baca artikel islami bahwa "berhijablah, kelak itu akan menjadi salah satu alasan utk menghantarkan ayahmu ke pintu surga". Aku bersyukur, setidaknya ia tahu aku melakukan itu tanpa pengetahuan lebih tentang itu.
Aku tidak mendeklarasikan diriku ini soleha. Jauh. Jauh sekali. Melihat teman-teman muslimahku yang lain. Ada yang sudah berhijab, ada yang setengah-setengah, bahkan ada yang belum sama sekali. Dengan berbagai macam alasan. Dan aku lagi-lagi kagum pada teman yang menolak keras untuk membuka hijabnya utk sebuah pekerjaan. Padahal hidup lumayan sulit, tapi pilihannya. Allah pasti memberikannya yang terbaik, tanpa harus melalaikan kewajiban wanita yang sudah baligh itu.
Berhijab bukan cuma soal ikut-ikutan jaman. Tapi, memang sudah saatnya itu berkembang. Dulu mungkin belum banyak bahan utk membuat cukup pakaian yang layak dikenakan. Tapi, dijaman yang bahkan beli kain saja bisa lewat internet. Masih maukah mengenakan pakaian kurang bahan seperti nenek moyang kita? Huh tamparan keras utk aku yang diteras rumah masih ga berhijab😂
Untuk hal baik, pasti sulit dilakukan. Katanya sih jaminannya surga. Iya susah memang awalnya nutupin rambut indah kita, kulit putih nan bersih, dan semuanya yang indah indah lah. Tapi percayalah, itu semua demi menjaga kita. Dan percayalah saat kita melakukan itu, semua yg indah itu akan semakin indah. Karena terjaga dari sengatan matahari di dunia (Ini fakta dari aku sendiri yang merasakan).
Dan jangan ragu untuk berhijab, ingat jaminannya surga untuk kita, ayah, kakak laki-laki, dan suami (kelak) kita😊
Please, don't judge me. Gara-gara postingan ini. Aku sadar diri, masih banyak dosa yang dilakukan. Tapi, biarlah Allah yang mengetahui akan itu semua.
Buat wanita yang baca ini. Semoga Allah menyegerakan kita menyempurnakan ibadah yang satu ini. Aamiin
Loves
-dedep❤
Jadi tema tulisan malam ini apa?
Tentang hijrah.
Ga kok, ga berat bahasannya. Aku juga belum sepenuhnya berhijrah. Masih kerudungan seadanya khas wanita akhir jaman.
Tapi, aku adalah satu dari bermilyar orang yang beruntung. Aku dilahirkan Islam. Islam yang sempurna, tapi tidak dengan aku.
Islam yang saat ini harga dirinya sedang dipertaruhkan. Hanya karena manusia-manusia rakus haus jabatan. Yha. Begitulah.
Aku mengesampingkan hal itu dan kembali ke bahasan sebelumnya. Aku wanita yang baru beberapa tahun ini berhijab. Aku tidak menunggu hidayah atau apalah itu. Seperti tulisan-tulisan anonim yang tersebar di internet kini.
Aku begitu spontan mengenakannya. Tidak berpikir itu untuk ayahku (seperti tulisan yang pernah kubaca 2 tahun belakangan ini yang lagi-lagi tersebar di Internet). Ternyata keputusanku saat itu benar dan saat aku baca artikel islami bahwa "berhijablah, kelak itu akan menjadi salah satu alasan utk menghantarkan ayahmu ke pintu surga". Aku bersyukur, setidaknya ia tahu aku melakukan itu tanpa pengetahuan lebih tentang itu.
Aku tidak mendeklarasikan diriku ini soleha. Jauh. Jauh sekali. Melihat teman-teman muslimahku yang lain. Ada yang sudah berhijab, ada yang setengah-setengah, bahkan ada yang belum sama sekali. Dengan berbagai macam alasan. Dan aku lagi-lagi kagum pada teman yang menolak keras untuk membuka hijabnya utk sebuah pekerjaan. Padahal hidup lumayan sulit, tapi pilihannya. Allah pasti memberikannya yang terbaik, tanpa harus melalaikan kewajiban wanita yang sudah baligh itu.
Berhijab bukan cuma soal ikut-ikutan jaman. Tapi, memang sudah saatnya itu berkembang. Dulu mungkin belum banyak bahan utk membuat cukup pakaian yang layak dikenakan. Tapi, dijaman yang bahkan beli kain saja bisa lewat internet. Masih maukah mengenakan pakaian kurang bahan seperti nenek moyang kita? Huh tamparan keras utk aku yang diteras rumah masih ga berhijab😂
Untuk hal baik, pasti sulit dilakukan. Katanya sih jaminannya surga. Iya susah memang awalnya nutupin rambut indah kita, kulit putih nan bersih, dan semuanya yang indah indah lah. Tapi percayalah, itu semua demi menjaga kita. Dan percayalah saat kita melakukan itu, semua yg indah itu akan semakin indah. Karena terjaga dari sengatan matahari di dunia (Ini fakta dari aku sendiri yang merasakan).
Dan jangan ragu untuk berhijab, ingat jaminannya surga untuk kita, ayah, kakak laki-laki, dan suami (kelak) kita😊
Please, don't judge me. Gara-gara postingan ini. Aku sadar diri, masih banyak dosa yang dilakukan. Tapi, biarlah Allah yang mengetahui akan itu semua.
Buat wanita yang baca ini. Semoga Allah menyegerakan kita menyempurnakan ibadah yang satu ini. Aamiin
Loves
-dedep❤