Dulu waktu masih bocah, tepatnya SD. Saya bercita-cita menjadi seorang dokter, hahaha klise yee. Ya begitulah, semua anak-anak didunia ini pasti pernah bercita-cita seperti saya. Apalagi saat SD tepatnya kelas 2-4 SD saya selalu ranking dikelas, dan dipilih sebagai dokter kecil. Tapi, harapan itu sirna ketika kelas 5 SD. Daya tahan tubuh saya mulai menurun, dari situ penyakit mulai mengerogoti kemampuan akademis saya. Dari situ juga saya mulai bolos sekolah untuk memeriksakan keadaan tubuh saya. Saat itu yang saya rasakan pusing dibagian kepala kanan, tulang yang ngilu, sering biru-biru dibadan, kebas (kesemutan berat) dikaki dan tangan serta kaki dan tangan yang pucat. Masalah bukan itu saja yang datang, semua dokter sudah didatangi. mulai dari dokter umum, mata, tulang, sendi. tapi, hasilnya NIHIL! mulai dari cek darah, rontgen sampai CT-Scan juga sudah dilakukan dan tetap NIHIL! Tapi, pada saat itu ditemukan tumor jinak di tangan kanan yang kalau tidak salah namanya HEMANGIOMA. Akhirnya saya dioperasi dan sembuh. Setelah hampir satu tahun berlalu, saya merasakan kembali sakit dan akhirnya dioperasi untuk kedua kalinya dan dari situ saya tak pernah lepas dari yang namanya obat .Dan juga saat itu sekolah saya sangat-sangat terlantar. Tapi, alhamdulillah saya lulus juga dari bangku SD :)
Tepat saat kenaikan kelas 2 SMP saya memutuskan untuk belajar mandiri dengan ikut tinggal bersama tante saya di medan. Di kota itu pula, tante saya membawa saya ke sebuah rumah sakit disana. Saat itu lagi-lagi saya harus mendapatkan perawatan dokter, karena sakit yang saya derita saat SD kembali kambuh. Dan Allah mengeluarkan kebesaran-NYA. Atas rekomendasi dokter bedah di rumah sakit itu, yang saya kira harus operasi tangan lagi. Beliau menyarankan saya untuk ke Dr. Rosita Sembiring yang notabene nya adalah dokter spesialis darah. Saat itu juga kami meluncur menuju ruang dokter itu yang ternyata dokter laboratorium dirumah sakit itu. Saya menceritakan apa saja keluhan yang saya alami. Dan dia menyuruh saya cek darah. Dari situlah diketahui saya menderita kelainan darah APS (Antyphospolypid Syndrome) atau kecendrungan darah mengental. Dan lagi-lagi saya dicekoki obat, oya sekedar informasi kadar kekentalan darah saya tidak pernah sampai 2-3 karena orang normal mempunyai kadar segitu. tetapi saya hanya sampai batas 1,89. Sebulan sekali saya harus mengecek keadaan darah saya, naik turun frekuensinya dan juga untuk menentukan dosis obatnya. Tapi itu semua gak menjadikan saya lemah. Tante gak hanya membawa saya kedokter, tapi dia juga membawa saya ke pengobatan tradisional tetapi tetap tak ada hasilnya.
saat ini saya sudah berada dikota saya lagi, palembang. 2 tahun yang lalu saya memutuskan kembali ke Palembang karena keadaan saya mulai anjlok lagi. sedangkan di medan, tante saya tidak banyak waktu untuk mengurusi saya. Sekembalinya dari medan, ibu kembali mengajak saya cek up kesebuah rumah sakit pemerintah di palembang. dan memang itulah, kelainan darah. dan lagi-lagi saya harus menjalani cek up rutin setiap 2 minggu sekali. Lagi-lagi untuk mengetahui kadarnya dan menentukan dosis obatnya. Bulan Maret 2011 saya mengeluh sakit diperut kanan, setelah di USG ternyata saya menderita usus buntu dan harus segera dioperasi karena mau pecah. Mulai dari situ hidup berubah. Daya imun tubuh saya turun drastis sehingga saya harus bolak-balik rumah sakit, saat itu saya kelas 3 SMA. Ujung dari segala ujung tingkat sekolah. Saya sering bolos karena balik cek up, masuk rumah sakit. Sampai pada puncaknya, kaki saya tak dapat menaiki tangga sekolah karena radang yang begitu hebat dan papa saya yang sudah Allah turunkan untuk saya, harus mengendong saya untuk naik dan turun tangga sekolah. Seketika saya menjadi manusia cengeng, menjadi manusia terlemah paling terlemah di hadapan Allah. Berbulan-bulan saya tidak masuk sekolah, sampai guru saya disekolah bosan didatangi ibu untuk meminta izin. hidup saya saat itu berat dan mendapat berbagai tekanan dari guru yang tak percaya dengan keadaan saya. saya hanya menyerahkan semuanya pada Allah karena sesungguhnya sanya dialah yang tau bagaimana saya saat itu. dokter juga mulai bosan melihat saya yang selalu cek up, ya dokter darah saya disini tidak se-care dokter darah syaa di medan.
Saat itu dokter menyarankan saya untuk memeriksakan kaki saya bagian bawah ke dokter jantung, saat itu ibu mencari berbagai informasi tentang biaya pemeriksaan itu, dan ternyata biayanya sangatlah besar ditambah lagi saya telah menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan saya. Akhirnya ibu mendapatkan biaya pemeriksaan itu dan memang tante saya lah yang membiayai semuanya. Hari itu juga kami periksa, detelah dilakukan pemeriksaan ternyata darah saya mengalir sangat lambat dari mata kaki menuju ujung jempol makanya kaki saya sangat pucat dan dingin. Dokter dan ibu mengobrol, dan saya ingat pertanyaan dokter "mana ayahnya kok gak ikut?" ibu cerita dan bilang saya anak yatim. Dan subhanallah, sungguh diluar pikiran dokter itu bilang. "Ini saya bebasin biaya pemeriksaan ini, jadi ibu sama kamu bayar biaya administrasinya saja. kasihan ibu kamu sudah pontang-panting mencari uang untuk kesembuhan kamu". Saat itu aku melihat mata ibu menahan tangis, dan sampai detik ini wajah, nama, kebaikan dokter itu saya ingat dokter itu bernama dokter ferry usnizar. Saya search nama beliau di facebook ternyata temannya sudah 4ribu lebih, saat add beliau dan tenyata facebooknya penuh dengan permintaan pertemanan. sungguh luar biasa beliau itu, jasanya kepada banyak orang pasti selalu diingat.
saat itulah saya ingin menjadi dokter (kembali). ingin seperti beliau yang baik hati, tapi semuanya terasa tak mungkin.
Saat ini saya merasa kecil dibandingkan kebesaran-kebesaran Allah yang luar biasa saya dapatkan :)
Tepat saat kenaikan kelas 2 SMP saya memutuskan untuk belajar mandiri dengan ikut tinggal bersama tante saya di medan. Di kota itu pula, tante saya membawa saya ke sebuah rumah sakit disana. Saat itu lagi-lagi saya harus mendapatkan perawatan dokter, karena sakit yang saya derita saat SD kembali kambuh. Dan Allah mengeluarkan kebesaran-NYA. Atas rekomendasi dokter bedah di rumah sakit itu, yang saya kira harus operasi tangan lagi. Beliau menyarankan saya untuk ke Dr. Rosita Sembiring yang notabene nya adalah dokter spesialis darah. Saat itu juga kami meluncur menuju ruang dokter itu yang ternyata dokter laboratorium dirumah sakit itu. Saya menceritakan apa saja keluhan yang saya alami. Dan dia menyuruh saya cek darah. Dari situlah diketahui saya menderita kelainan darah APS (Antyphospolypid Syndrome) atau kecendrungan darah mengental. Dan lagi-lagi saya dicekoki obat, oya sekedar informasi kadar kekentalan darah saya tidak pernah sampai 2-3 karena orang normal mempunyai kadar segitu. tetapi saya hanya sampai batas 1,89. Sebulan sekali saya harus mengecek keadaan darah saya, naik turun frekuensinya dan juga untuk menentukan dosis obatnya. Tapi itu semua gak menjadikan saya lemah. Tante gak hanya membawa saya kedokter, tapi dia juga membawa saya ke pengobatan tradisional tetapi tetap tak ada hasilnya.
saat ini saya sudah berada dikota saya lagi, palembang. 2 tahun yang lalu saya memutuskan kembali ke Palembang karena keadaan saya mulai anjlok lagi. sedangkan di medan, tante saya tidak banyak waktu untuk mengurusi saya. Sekembalinya dari medan, ibu kembali mengajak saya cek up kesebuah rumah sakit pemerintah di palembang. dan memang itulah, kelainan darah. dan lagi-lagi saya harus menjalani cek up rutin setiap 2 minggu sekali. Lagi-lagi untuk mengetahui kadarnya dan menentukan dosis obatnya. Bulan Maret 2011 saya mengeluh sakit diperut kanan, setelah di USG ternyata saya menderita usus buntu dan harus segera dioperasi karena mau pecah. Mulai dari situ hidup berubah. Daya imun tubuh saya turun drastis sehingga saya harus bolak-balik rumah sakit, saat itu saya kelas 3 SMA. Ujung dari segala ujung tingkat sekolah. Saya sering bolos karena balik cek up, masuk rumah sakit. Sampai pada puncaknya, kaki saya tak dapat menaiki tangga sekolah karena radang yang begitu hebat dan papa saya yang sudah Allah turunkan untuk saya, harus mengendong saya untuk naik dan turun tangga sekolah. Seketika saya menjadi manusia cengeng, menjadi manusia terlemah paling terlemah di hadapan Allah. Berbulan-bulan saya tidak masuk sekolah, sampai guru saya disekolah bosan didatangi ibu untuk meminta izin. hidup saya saat itu berat dan mendapat berbagai tekanan dari guru yang tak percaya dengan keadaan saya. saya hanya menyerahkan semuanya pada Allah karena sesungguhnya sanya dialah yang tau bagaimana saya saat itu. dokter juga mulai bosan melihat saya yang selalu cek up, ya dokter darah saya disini tidak se-care dokter darah syaa di medan.
Saat itu dokter menyarankan saya untuk memeriksakan kaki saya bagian bawah ke dokter jantung, saat itu ibu mencari berbagai informasi tentang biaya pemeriksaan itu, dan ternyata biayanya sangatlah besar ditambah lagi saya telah menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan saya. Akhirnya ibu mendapatkan biaya pemeriksaan itu dan memang tante saya lah yang membiayai semuanya. Hari itu juga kami periksa, detelah dilakukan pemeriksaan ternyata darah saya mengalir sangat lambat dari mata kaki menuju ujung jempol makanya kaki saya sangat pucat dan dingin. Dokter dan ibu mengobrol, dan saya ingat pertanyaan dokter "mana ayahnya kok gak ikut?" ibu cerita dan bilang saya anak yatim. Dan subhanallah, sungguh diluar pikiran dokter itu bilang. "Ini saya bebasin biaya pemeriksaan ini, jadi ibu sama kamu bayar biaya administrasinya saja. kasihan ibu kamu sudah pontang-panting mencari uang untuk kesembuhan kamu". Saat itu aku melihat mata ibu menahan tangis, dan sampai detik ini wajah, nama, kebaikan dokter itu saya ingat dokter itu bernama dokter ferry usnizar. Saya search nama beliau di facebook ternyata temannya sudah 4ribu lebih, saat add beliau dan tenyata facebooknya penuh dengan permintaan pertemanan. sungguh luar biasa beliau itu, jasanya kepada banyak orang pasti selalu diingat.
saat itulah saya ingin menjadi dokter (kembali). ingin seperti beliau yang baik hati, tapi semuanya terasa tak mungkin.
Saat ini saya merasa kecil dibandingkan kebesaran-kebesaran Allah yang luar biasa saya dapatkan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar