Kamis, 02 Mei 2013

Cinta Diam-Diam

Kau tahu, mencintaimu diam-diam itu mengasyikan!
Tanpa kau tahu, aku bisa memantaumu dan perhatian padamu, perhatian dengan diam-diam dan berdoa selalu untukmu.
Aku seperti benar-benar sedang jatuh cinta pada orang baru padahal tidak!
Orang itu tetap kau!
Orang yang bertahun-tahun kucinta.
Pernah kumiliki walaupun sekarang tak ada didalam genggaman tanganku lagi.
Orang yang menjadi alasanku untuk bertahan ditengah jalan sulit yang kulalui sendiri.
Orang yang selalu menjaga hatiku agar tak pindah ke orang lain.
Tapi sayang, aku tak dapat menjaga hatimu.



Tapi, ada hal yang perlu engkau tahu.
Aku menikmati cinta diam-diam ini.
Aku tak pernah berharap bisa memiliki dirimu seutuhnya (lagi)
Aku ingin orang lain yang akan menjagaku seutuhnya tanpa mau membagi hatinya pada orang lain yang bukan aku.
Aku juga ingin melihatmu bahagia bukan denganku tentunya, tapi orang lain yang pantas menjaga hatimu agar kau tak bisa berpindah hati pada yang lain.
Aku lakukan ini karena rasa cintaku yang besar terhadapmu.
Aku juga seperti diberitahu Allah bahwa aku harus melepasmu, meski tak harus melepas cintaku padamu.
Takdir kita memang tidak berjalan beriringan bersama, sayang.
Tapi, aku sudah tutup satu pintu.
Bahwa pintu itu sudah kukunci rapat dan tak ingin kubuka.
Tapi, aku tetap membuka pintu lain untuk Imamku kelak.
Merangkai semua yang halal bersamanya, kelak.
Aku tak ingin bergantung pada cintamu yang jelas bukan untukku.
Tapi, izinkan aku simpan rasa cinta ini.
Karena bagiku, hal yang paling indah adalah mengukir kenangan bersamamu.
Dan aku lakukan ini, semua ini.
Berusaha berhenti mengejar hatimu.
Karena cintaku pada Allah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar