Jatuh cinta.
Siapa pun pasti merasakan jatuh cinta, bukan hanya manusia tapi hewan bahkan tumbuhan.
Setiap perjalanan hidup seseorang dihabiskan untuk 2 buah kata "jatuh cinta"
Jatuh cinta bukan hanya perihal tentang manusia, bahkan pada kerjaan, benda mati, benda hidup dan tentunya jatuh cinta pada sebuah komitmen untuk menjalani hidup ini. Menata hidupnya seelok rupa dan diselipkan bumbu-bumbu penghambat komitmen itu sendiri.
Saya termasuk orang yang susah jatuh cinta. Ya saya takut untuk jatuh cinta!
Saya susah membuka hati ketika saya sudah cinta pada satu orang.
Saya berkomitmen untuk mencintai satu orang untuk selamanya.
Tapi, ternyata memang hidup tidak selurus yang saya pikir selama ini.
Namanya saja jatuh cinta.
Saat saya telaah lagi ya jatuh cinta itu siap untuk jatuh atau cinta.
Ya jatuh cinta. Siap jatuh ketika kita berharap dia ikut mencintai kita padahal pada kenyataannya dia tidak bisa membalas perasaan itu.
Dan juga cinta kita harus siap jika memang perasaan itu dimiliki dia juga, orang yang diharapkan selama ini.
Ketika jatuh terabaikan oleh sang perasaan maha kuat bernama cinta. Saat itu hidup dimulai oleh kata perjuangan.
No, bukan hanya kata tapi aksi nyata.
Setiap orang ingin orang yang dia cintai bisa menjaga dan sama-sama berjuang untuk keutuhan hubungan itu.
Dan proses perjuangan itu yang selalu jadi penghargaan tertinggi dalam sebuah hubungan. Mereka yang mengerti arti perjuangan pasti tidak akan mudah goyah ketika angin meniupnya.
Tapi, saat itu semua goyah dan terlepas dari genggaman tangan.
Lagi-lagi yang disalahkan adalah "Jatuh Cinta"
Karena itulah awal dari segalanya, tapi semua itulah proses kehidupan.
Jika tak ingin kehilangan cinta. jangan mau jatuh cinta
Sesimple itukah?
Ya itulah pilihan. Memilih sebuah keputusan dan menerima segala resiko.
Itulah hidup :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar