Saat menyedihkan adalah mengetahui dan melihat orang yang merawat kita dari kecil sudah nampak tua dan renta.
Saat tongkat menjadi kakinya untuk melangkah mengantikan kakinya yang sudah minta untuk diistirahatkan.
Saat makanan yang masuk tidak berubah menjadi energi melainkan menjadi sesuatu yang tidak dapat dicerna baik oleh organ tubuhnya.
Saat dia tertawa tak lengkap lagi gigi-gigi penyangga rongga mulutnya.
Matanya yang sudah tidak awas
Telinga nya yang sudah tak mendengar dengan jelas.
Tapi segala nasehat masih mengalir dengan jelas untuk sang muda yang beranjak memasuki kehidupan yang sebenarnya.
Yang membuatku selalu sedih adalah kadang kehadiran dan kecerewetan mereka yang tak dapat kuterima.
Ya, tak pernah kupungkiri aku sering bahkan selalu membangkang padahal apa yang mereka keluarkan apa yang mereka lakukan semata-mata agar aku, yang sang muda ini dapat menghargai dan tak dibodoh-bodohin zaman.
Opungku, orang tergagah yang pernah menjadi TNI AURI.
Yang dulu gagah memegang senjatanya.
Yang selalu mengendong, mencium, merawatku dan mencurahkan segala kasih sayangnya kepadaku.
Saat ini seperti mereka yang sudah renta.
Kadang yang tak pernah kupercaya adalah secepat inikah usia berlalu?
Secepat inikah segala kegagahannnya berakhir?
Seharusnya dia masih bisa mengendongku kala kelainan darahku diambang batas normal.
Melihatnya tergolek lemah saat ini. yang bisa kulakukan hanyalah membantunya berdiri walaupun mungkin sulit dan senantiasa mendoakannnya supaya niatnya berangkat haji di 2017 nanti dapat terkabul.
Aaamiiinn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar