Jumat, 05 September 2014

surat untuk Allah

Tentang sebuah kehilangan dan pertemuan. Tentang banyaknya menunggu segala hal yang tak pasti kedatangannya dan bahkan hilangnya.

Terlalu banyak waktu hilang untuk seseorang yang bahkan tak pernah menghargai keberadaan. Banyak airmata yang jatuh sia-sia untuk orang yang bahkan berusaha mati-matian pergi dan meninggalkan banyak luka. Tapi Tuhan selalu tau, bahwa semuanya hanyalah proses menemukan dan ditemukan dengan yang terbaik.

Tentang banyaknya kebohongan yang terus tumbuh tanpa terbendung. Tentang banyaknya dusta yang ada dihati. Pergi adalah jawaban terbaiknya.


Sampai lelah-lelah-lelah. Sulit untuk percaya-percaya-percaya dan ketakutan yang terus timbul.


Tapi hati ini selalu berharap akan pertemuan. Pertemuan dengannya yang bahkan menyakiti hati ini pun dia terlalu takut. Pertemuan dengannya yang bahkan ingin menjaga dan tak ingin merusak. Pertemuan dengannya yang selalu ingin merealisasikan impian yang hanya berani berada di bawah mimpi tanpa berani menjadikannya nyata.

Harapan hanya harapan ketika tidak mampu meminta kesungguhan padaNya, maha cinta.
Untuk segala karunia ini. Yang bukan hanya harapan. Dihaturkan penuh untuk Allah. Terima kasih, sudah ciptakan dia.
Terima kasih, sudah begitu mencintai dan menyayangiku.
Terima kasih, dia orangnya. Untukku menetap dihatinya. Untuknya menetap dihatiku...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar